Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah (LPIH) menyelenggarakan Workshop “Implementasi Integrasi Nilai Keislaman (INK) dan Penerapan Self Learning” guna meningkatkan kualitas pedagogis tenaga pendidik di SMP-SMA Islam Hidayatullah. Acara yang berlangsung di Aula SMP-SMA Islam Hidayatullah ini menghadirkan narasumber ahli, Muhammad Shodiqin, M.H.I., dari SMP Al Hikmah Surabaya.
Workshop yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga 16.00 WIB ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai penyatuan nilai-nilai tauhid ke dalam kurikulum formal. Muhammad Shodiqin memaparkan bahwa Integrasi Nilai Keislaman (INK) bukan sekadar imbuhan, melainkan proses sistematis untuk menyatukan unsur keislaman dalam pembelajaran agar murid dapat mencapai kompetensi sekaligus mendapatkan makna spiritual.
“Melalui INK, sumber-sumber belajar diambil dari ayat-ayat Al-Qur’an, Hadis Rasulullah, kisah para sahabat dan ulama, hingga video refleksi. Tujuannya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi dunia dan akhirat siswa,” ujar Shodiqin dalam paparannya.
Transformasi Budaya Belajar Mandiri
Selain fokus pada nilai keislaman, workshop ini membahas transisi dari sekadar “pembelajaran” menuju “budaya belajar” melalui metode Self Learning. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami karakteristik pendampingan yang memotivasi siswa untuk merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi aktivitas belajarnya sendiri.
Terdapat tiga pilar utama dalam sistem pembelajaran mandiri (Inside Out) yang dibahas, yaitu:
- Self Motivation: Menumbuhkan kesadaran siswa bahwa materi tersebut penting dan menarik.
- Self Management: Siswa mampu merencanakan aktivitas sesuai kebutuhan personal.
- Self Monitoring: Siswa mampu melakukan evaluasi mandiri atas capaian belajarnya.
Workshop Interaktif
Kegiatan ini tidak hanya berisi penyampaian teori, tetapi juga diisi dengan agenda praktis seperti workshop perumusan INK ke dalam modul E-Sekolahku, Focus Group Discussion (FGD), dan sesi berbagi (sharing session).
Acara berjalan dengan sangat dinamis dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya diskusi dua arah serta pertanyaan mendalam mengenai implementasi modul sebagai panduan belajar siswa di kelas. Melalui kompetensi ini, diharapkan siswa Islam Hidayatullah tumbuh menjadi pribadi yang gigih, mandiri, disiplin, dan memiliki kepercayaan diri yang berorientasi pada tujuan.


