Pekan Olahraga Pelajar Daerah atau POPDA Jateng 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah tahun ini mengusung tema besar “Tingkatkan Tradisi Prestasi”. Gelar multicabor tingkat pelajar se-Jawa Tengah ini terbukti melahirkan bintang-bintang baru di dunia olahraga tanah air.
Salah satu sorotan utama dalam kompetisi tahun ini datang dari cabang olahraga panahan. Seorang atlet muda berbakat asal Kota Semarang, Quaneisha Wafirah Choirunika, sukses mencatatkan prestasi gemilang dengan membawa pulang dua medali sekaligus untuk mengharumkan nama sekolah dan daerahnya. Pelajar kelas 8D dari SMP Islam Hidayatullah Semarang ini berhasil membuktikan bahwa kerja keras dan dedikasi tinggi di usia muda mampu membuahkan hasil luar biasa di tingkat provinsi.
Profil Sukses Quaneisha Wafirah Choirunika di POPDA Provinsi Jawa Tengah 2026
Persaingan di cabang olahraga panahan POPDA Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 berlangsung sangat ketat. Diikuti oleh pemanah-pemanah terbaik dari 35 kabupaten dan kota, setiap atlet dituntut memiliki fokus penuh dan mental baja untuk bisa naik ke podium tertinggi.
Detail Perolehan Medali Divisi Compound
Bertanding di bawah tekanan tinggi, Quaneisha yang turun di Divisi Compound sukses menunjukkan konsistensi bidikan yang luar biasa. Siswi SMP Islam Hidayatullah Semarang ini berhasil mengamankan dua gelar juara bergengsi:
- Juara 2 Mix Team Divisi Compound: Meraih medali perak berkat kerja sama tim yang solid dan akurasi tinggi bersama pasangannya.
- Juara 3 Eliminasi Divisi Compound: Meraih medali perunggu di kategori individu setelah melewati babak gugur yang sangat menguras tenaga dan emosi.
Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Perlombaan
Pertandingan penentuan yang sangat emosional ini berlangsung pada hari Sabtu, 5 September 2026. Panitia pelaksana dari Dispora Pemprov Jateng memilih Lapangan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai venue resmi perlombaan panahan. Lapangan ini dikenal memiliki standar fasilitas yang sangat baik, meskipun tantangan embusan angin di lokasi menuntut para pemanah untuk lebih jeli dalam melakukan koreksi bidikan.
Rahasia Dibalik Layar: Persiapan Matang dan Menu Latihan Juara
Prestasi luar biasa yang diraih oleh Quaneisha tidak datang secara instan. Di balik senyum kemenangan di atas podium, terdapat perjuangan tanpa lelah dan kedisiplinan tinggi yang ia jalani selama berbulan-bulan sebelum kompetisi dimulai.
Durasi dan Program Latihan Intensif
Quaneisha menghabiskan waktu selama 3 bulan secara rutin untuk mempersiapkan diri menghadapi ketatnya persaingan POPDA tingkat Provinsi. Program latihan yang ia jalani dirancang secara komprehensif untuk meningkatkan performa fisiknya:
- Latihan Rutin Harian: Memanfaatkan waktu setiap hari sepulang sekolah serta sepanjang hari di akhir pekan (weekend) untuk mengasah teknik memanah.
- Latihan Beban dan Fisik: Melakukan penguatan otot lengan dan punggung menggunakan latihan beban khusus, serta memanfaatkan media bola dan karet guna melatih stabilitas tarikan busur (draw).
- Manajemen Pola Makan: Menjaga kebugaran tubuh dengan memperbanyak konsumsi makanan tinggi protein untuk mempercepat pemulihan otot dan menjaga kebugaran tubuh selama masa karantina latihan.
Mengatasi Tantangan Mental dan Teknik Pernafasan
Bagi seorang pemanah, musuh terbesar di lapangan seringkali bukan lawan bertanding, melainkan pikiran sendiri. Selama 3 bulan persiapan, Quaneisha berhasil mengatasi berbagai tantangan internal yang krusial. Ia sukses meningkatkan rasa percaya diri di lapangan, menguasai teknik pengaturan napas demi menjaga ketenangan, serta mengatur manajemen waktu latihan yang ketat. Semua itu ia lakukan demi satu tujuan utama: mendapatkan target bidikan sempurna pada area X dan skor 10.
Momen Paling Mendebarkan: Penentuan Skor Seri di Akhir Perlombaan
Puncak drama di Lapangan FIK UNNES terjadi saat babak final dan perebutan medali berlangsung. Quaneisha menceritakan bahwa momen paling mendebarkan dalam hidupnya adalah ketika terjadi skor yang seri atau sama pada akhir perlombaan.
Situasi tie-break ini memicu ketegangan luar biasa di area lapangan, baik di kalangan pelatih, penonton, maupun sesama atlet. Dalam kondisi krusial yang menentukan penentuan skor tertinggi untuk menjadi juara tersebut, kekuatan mental Quaneisha benar-benar diuji. Berkat latihan pernapasan dan fokus tinggi yang dipelajarinya, ia mampu mengendalikan kegugupan dan melepaskan anak panah terakhir dengan sangat baik hingga berhasil mengunci posisi juara di podium provinsi.
Sinergi dan Dukungan Penuh dari SMP Islam Hidayatullah Semarang
Keberhasilan seorang atlet pelajar tidak bisa dilepaskan dari ekosistem pendidikan yang mendukungnya. Dalam hal ini, SMP Islam Hidayatullah Semarang menunjukkan komitmen luar biasa dalam mendukung talenta non-akademik siswanya.
Kebijakan Dispensasi Waktu dan Motivasi Guru
Untuk memastikan Quaneisha dapat menjalani pelatda dengan optimal tanpa perlu tertinggal hak pendidikannya, pihak sekolah memberikan dispensasi waktu khusus. Tidak hanya kelonggaran jadwal, dukungan moral juga terus mengalir deras. Guru-guru di SMP Islam Hidayatullah Semarang secara konsisten memberikan motivasi, doa, dan semangat, baik saat Quaneisha menjalani latihan rutin yang melelahkan maupun ketika hari H perlombaan tiba di lapangan.
Pesan Inspiratif Quaneisha untuk Generasi Muda
Setelah sukses membawa pulang medali perak dan perunggu di POPDA Jateng 2026, Quaneisha tidak ingin cepat berpuas diri. Ia memberikan sebuah pesan yang sangat mendalam bagi seluruh rekan sejawat dan generasi muda yang sedang merintis karier di dunia olahraga:
“Harus tetap semangat berlatih agar bisa menjadi sang juara.”
Sebuah pesan bermakna kuat bahwa konsistensi dan semangat pantang menyerah adalah kunci utama untuk menaklukkan puncak prestasi tertinggi. Selamat atas prestasinya, Quaneisha Wafirah Choirunika!

