Prestasi membanggakan kembali diukir oleh salah satu talenta muda berbakat dari SMP Islam Hidayatullah. Dalam ajang Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang di SMPN 3 Semarang pada hari Kamis, 27 Agustus 2026, delegasi dari SMP Islam Hidayatullah berhasil membawa pulang piala kemenangan. Ia adalah Hisyam Qobus Arkana, siswa berprestasi yang sukses menyabet gelar Juara 3 pada cabang lomba Pidato tingkat Kota Semarang.
Perjuangan di Balik Layar: Latihan Intensif dan Drill Materi Pidato
Meraih predikat juara di tingkat kota dalam ajang MAPSI tentu bukan perkara mudah. Persaingan ketat antar-sekolah menuntut persiapan yang benar-benar matang. Hisyam mengungkapkan bahwa dirinya harus menjalani proses latihan dan dril materi pidato secara intensif selama kurang lebih tiga minggu sebelum hari perlombaan.
Selama periode tersebut, setiap harinya diisi dengan membedah teks pidato, mengasah teknik vokal, hingga menyempurnakan gestur tubuh di panggung. Proses ini membutuhkan disiplin tinggi agar pesan religius dan moral yang terkandung dalam materi pidatonya dapat tersampaikan dengan berbobot sekaligus menyentuh hati para audiens.
Menaklukkan Tantangan Terbesar: Melawan Rasa Gugup
Bagi seorang orator muda, panggung lomba bisa menjadi tempat yang sangat intimidatif. Hisyam mengakui bahwa tantangan terbesar yang ia hadapi selama tiga minggu masa persiapan bukanlah menghafal teks atau mengatur intonasi suara, melainkan mengatasi rasa gugup.
“Grogi dan cemas itu pasti ada, apalagi melihat peserta lain yang juga bagus-bagus. Namun, kunci utamanya adalah bagaimana kita bisa mengendalikan ego dan rasa takut tersebut agar berubah menjadi energi positif di atas panggung,” ujar Hisyam saat mengenang masa-masa latihannya.
Momen Mendebarkan pada Kamis, 27 Agustus 2026
Hari yang dinanti-nanti akhirnya tiba. Pada Kamis, 27 Agustus 2026, suasana venue perlombaan terasa begitu magis sekaligus menegangkan. Sekian banyak peserta terbaik dari berbagai penjuru sekolah berkumpul dengan satu misi: menampilkan performa terbaik mereka di hadapan dewan juri dari Dinas Kependidikan dan Kebudayaan.
Hisyam menceritakan bahwa atmosfer ketat langsung terasa sejak pagi hari. Setiap kontestan menunjukkan kapasitas luar biasa dalam menyampaikan syiar Islam melalui seni retorika pidato.
Detik-Detik Menuju Panggung Juri
Ketika ditanya mengenai momen yang paling membuat jantungnya berdegup kencang, Hisyam tanpa ragu menyebutkan detik-detik sebelum ia memegang mikrofon.
“Momen yang paling mendebarkan saat lomba adalah ketika nama saya dipanggil untuk maju dan berdiri di depan para juri. Rasanya semua mata tertuju pada saya. Tapi begitu salam pertama diucapkan, fokus saya langsung kembali penuh,” kenang siswa kreatif dari SMP Islam Hidayatullah Semarang tersebut. Ketenangan mental inilah yang akhirnya mengantarkan Hisyam tampil memukau dan berhasil meyakinkan para juri untuk menganugerahinya gelar Juara 3.
Sinergi Luar Biasa: Dukungan Penuh dari Pembimbing dan SMP Islam Hidayatullah Semarang
Keberhasilan seorang siswa di jalur prestasi tidak pernah lepas dari peran orang-orang hebat di belakangnya. Hisyam sangat bersyukur karena ia dikelilingi oleh lingkungan sekolah yang sangat suportif. Dukungan dari pembimbing dan sekolah sangat besar dalam membentuk kesiapannya secara mental maupun teknis.
Guru pembimbing di SMP Islam Hidayatullah Semarang tidak hanya bertindak sebagai pengoreksi teks, tetapi juga mentor yang membentuk karakter. Mereka membantu mempersiapkan materi secara mendalam, melatih cara penyampaian, menyempurnakan intonasi, hingga memberikan motivasi psikologis agar Hisyam lebih percaya diri menghadapi tekanan kompetisi.
Selain itu, pihak sekolah juga memberikan andil yang tidak kalah penting. SMP Islam Hidayatullah Semarang memfasilitasi seluruh kebutuhan akomodasi, memberikan kelonggaran waktu untuk latihan, serta terus memberikan suntikan semangat dari awal proses latihan hingga hari perlombaan selesai. Sinergi ini membuat Hisyam merasa lebih siap, terlindungi, dan termotivasi untuk memberikan performa yang paling maksimal.
Pesan Inspiratif Hisyam: Jangan Takut Mencoba dan Terus Berkembang
Hisyam memberikan pesan yang sangat menyentuh dan penuh motivasi untuk teman-teman sebayanya:
“Pesan saya untuk teman-teman, jangan takut untuk mencoba dan mengikuti berbagai lomba. Menang atau kalah bukan yang paling penting, tetapi keberanian untuk tampil, belajar, dan terus berkembang. Terima kasih kepada sekolah, guru, dan teman-teman yang selalu memberikan dukungan. Semoga kita semua terus semangat, berani mencoba hal-hal baru, dan bisa meraih prestasi bersama.”
Kisah sukses Hisyam Qobus Arkana di ajang MAPSI 2026 ini diharapkan dapat menjadi pemantik api semangat bagi siswa-siswi SMP Islam Hidayatullah lainnya untuk terus menggali potensi diri, aktif berkompetisi, dan tidak pernah takut gagal demi mengharumkan nama sekolah di masa depan.

