Semarang, 17 Oktober 2026 – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, SMP Islam Hidayatullah Semarang menyelenggarakan Pelatihan Excellent Service. Kegiatan yang mengusung tema “Teaching with Heart, Serving with Excellence” ini berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 09.00–11.00 WIB bertempat di Ruang Meeting MFB (Multifunction Building) Hidayatullah Semarang.
Acara ini dihadiri oleh seluruh guru dan karyawan SMP Islam Hidayatullah yang tampak antusias menyerap materi dari narasumber dari Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah, Ibu Suci Wulansari, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini dipandu dengan apik oleh Ibu Winarsih, S.Pd. selaku MC pelatihan.
Komitmen SMP Islam Hidayatullah dalam Menghadirkan Pelayanan Terbaik
Kepala Sekolah SMP Islam Hidayatullah Semarang, Ibu Reni Dria Susandari, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret sekolah dalam meningkatkan standar kualitas interaksi.
“Materi ini diadakan dengan tujuan agar setelah pelatihan, segenap guru dan karyawan SMP Islam Hidayatullah bisa melakukan praktik langsung dengan memberikan excellent service kepada siswa, orang tua, tamu, atau setiap orang yang berinteraksi dengan kita,” ujar Ibu Reni.
Apa itu Excellent Service di Lingkungan Sekolah?
Menurut pemaparan Ibu Suci Wulansari, S.Pd., M.Pd., makna dari excellent service adalah pelayanan terbaik atau prima. Melayani bukan sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan secara ikhlas dan sepenuh hati.
“Excellent Service di sekolah bukan sekadar prosedur, tapi tentang budaya. Budaya yang dibangun oleh keteladanan pimpinan, kesadaran bersama, dan komitmen untuk melayani dengan empati dan integritas,” ungkap Ibu Suci dengan ekspresi meyakinkan.
Beliau juga mengingatkan dampak fatal jika sekolah mengabaikan kualitas pelayanan. “Jika pelayanan tidak baik, maka konsumen akan berpindah dan meninggalkan kita,” tambahnya.
Konsep dan Pilar Utama Pelayanan Prima di Sektor Pendidikan
Konsep dasar dari excellent service adalah pentingnya memberikan pelayanan terbaik dan luar biasa. Pelayanan yang diberikan tidak boleh hanya sebatas memenuhi standar biasa, tetapi harus mampu melebihi ekspektasi konsumen guna memberikan pengalaman terbaik (best experience).
Untuk mewujudkan hal tersebut, terdapat tiga pilar perubahan utama yang harus diterapkan oleh guru dan karyawan:
1. Perubahan Mindset (Academic to Service Mindset)
Sekolah tidak boleh lagi dipandang sebagai institusi akademik yang kaku. Di era modern ini, sekolah telah bertransformasi menjadi industri jasa pendidikan. Melalui perubahan pola pikir ini, kepuasan wali murid dan siswa ditempatkan sebagai prioritas utama tanpa mengurangi esensi kualitas pendidikan itu sendiri.
2. Guru dan Karyawan sebagai Brand Ambassador
Setiap panitia, guru, dan staf administrasi adalah wajah dari sekolah. Mereka harus mampu merepresentasikan citra, nilai-nilai Islam, dan keunggulan SMP Islam Hidayatullah secara konsisten dalam setiap interaksi, baik melalui tutur kata maupun sikap.
3. Peningkatan Angka Konversi Pendaftaran
Pelayanan yang prima secara langsung berdampak pada aspek keberlanjutan sekolah. Dengan memberikan impresi dan pengalaman yang luar biasa sejak awal berinteraksi, sekolah dapat menekan angka drop-out rate dan meningkatkan konversi pendaftaran calon siswa baru melalui rekomendasi positif dari mulut ke mulut (word of mouth).
Wajah peserta pelatihan terlihat begitu antusias mengikuti pelatihan ini. Selain pemaparan narasumber yang komunikatif dan interaktif, peserta juga diberi kesempatan mempraktikkan langsung berbagai praktik excellent service seperti cara menyapa, tersenyum, memberi salam, menerima tamu, duduk, menjelaskan sesuatu, masuk ruangan, keluar ruangan, menunjukkan tempat, menerima telefon, menyerahkan barang (berkas, map, bolpoin, mic) dan sejenisnya.
Pelatihan terasa begitu singkat karena suasana yang dibangun begitu hangat, menyenangkan, dan relate dengan kebutuhan peserta.
Melalui pelatihan ini, SMP Islam Hidayatullah Semarang siap membawa budaya pelayanan ke tingkat yang lebih tinggi, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, komunikatif, dan penuh empati bagi seluruh elemen sekolah.















