Cetak Prestasi Nasional! Falazhian, Siswa SMP Islam Hidayatullah Borong Dua Medali Karate di Kejurnas INAFF 

Kejurnas INAFF 2026 Jawa Tengah

SMP Islam Hidayatullah Semarang kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung olahraga tingkat nasional. Prestasi kali ini dipersembahkan oleh Falazhian Darrel Prizkyalbi, karateka muda berbakat dari Kelas 9A. Falazhian sukses bersaing dalam ajang Kejuaraan Nasional Indonesia Fudokan Federasi (INAFF) Provinsi Jawa Tengah, sebuah kompetisi yang mempertemukan para atlet terbaik perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia.

Kejuaraan nasional yang berlangsung ketat ini diselenggarakan langsung oleh induk organisasi Indonesia Fudokan Federasi (INAFF) pada hari Rabu, 7 Oktober 2026. Bertempat di Sport Center GOR Kalijaga, Kabupaten Demak, Falazhian tampil luar biasa dengan membawa pulang dua podium juara sekaligus, yaitu Juara 2 Kata Perseorangan (Medali Perak) dan Juara 3 Kumite 50 kg (Medali Perunggu). Keberhasilan luar biasa ini membuktikan kapasitas mental bertanding dan kualitas teknik tinggi yang dimiliki oleh siswa SMP Islam Hidayatullah di level nasional.

Mengatasi Ketegangan Melawan Lawan yang Lebih Besar

Menghadapi persaingan di kelas Kumite 50 kg dan Kata Perseorangan memberikan pengalaman emosional yang sangat mendalam bagi Falazhian. Ia mengakui bahwa momen paling mendebarkan adalah saat melihat lawan tanding yang secara fisik berpostur lebih besar dan membawa jumlah suporter yang jauh lebih banyak.

Gemuruh sorak-sorai pendukung lawan di pinggir matras sempat memicu rasa gugup yang hebat. Namun, dengan mentalitas juara yang telah ditempa, Falazhian berhasil menepis rasa takut tersebut. Begitu peluit pertandingan dibunyikan, rasa cemasnya berubah menjadi ledakan fokus dan kecepatan gerak yang taktis.

Profil Falazhian Darrel: Dedikasi Latihan Intensif dan Pengorbanan Masa Remaja

Keberhasilan memborong dua medali nasional sekaligus bukanlah buah dari keberuntungan instan. Di balik penampilan impresif Falazhian di atas matras GOR Kalijaga, terdapat komitmen dan manajemen disiplin yang luar biasa selama berbulan-bulan.

Rutinitas Latihan Tanpa Bolos Selama 3 Bulan

Guna memastikan fisiknya siap menghadapi benturan di tingkat nasional, Falazhian menjalani latihan intensif selama kurang lebih 3 bulan. Pola latihannya disusun secara padat dan terstruktur meliputi latihan mandiri setiap hari untuk menjaga kebugaran fisik, kelenturan tubuh, dan penguatan otot dasar, latihan setiap hari Rabu, Kamis, Sabtu, dan Ahad dengan didampingi langsung oleh pelatih, serta berperan sebagai Asisten Pelatih untuk mengasah kedewasaan dan pemahaman teknik dengan ikut mendampingi serta melatih adik-adik junior karateka di Dojo.

Tantangan Terbesar: Melawan Rasa Capek dan Menunda Waktu Bermain

Menjalani rutinitas latihan fisik yang super padat tentu menguras energi seorang remaja. Falazhian mengungkapkan bahwa tantangan terbesarnya adalah harus konsisten melawan rasa capek yang mendera tubuhnya setiap hari.

Selain itu, ia harus rela berkorban untuk menunda waktu bermain bersama teman-teman dan saudara. Di saat remaja seusianya menikmati waktu luang untuk bersenang-senang, Falazhian memilih untuk tetap konsisten terus berlatih keras tanpa bolos satu kali pun demi mengejar impian besarnya.

Ekosistem Pendukung Terbaik: Kolaborasi Sekolah dan Keluarga

Pencapaian luar biasa di tingkat nasional ini berhasil diraih karena Falazhian dikelilingi oleh jaring pengaman dukungan (support system) yang sangat sehat dan suportif.

Dukungan Penuh dari SMP Islam Hidayatullah

Pihak sekolah, SMP Islam Hidayatullah Semarang, memberikan andil besar dalam memuluskan jalan Falazhian menuju podium nasional. Sekolah sangat mendukung penuh dengan memberikan kelonggaran waktu serta menyediakan tempat untuk berlatih, baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Dukungan administratif dan dispensasi yang bijak dari para guru membuat Falazhian dapat fokus bertanding tanpa rasa cemas akan tertinggal tugas-tugas sekolah.

Motivasi Spiritual dan Pesan Juara dari Falazhian

Keseimbangan antara usaha fisik (ikhtiar) dan kekuatan spiritual (doa) menjadi kunci utama ketenangan Falazhian di atas matras. Usai mengamankan dua medali kemenangan, Falazhian menitipkan sebuah pesan motivasi yang sangat mendalam dan religius bagi generasi muda Indonesia:

“Jangan pantang menyerah, teruslah berjuang sampai apa yang dicita-citakan tercapai. Kencengin ibadahnya dan tetap tawadhu (rendah hati).”

Pesan bijak ini merefleksikan nilai karakter utama yang selalu ditanamkan di SMP Islam Hidayatullah Semarang. Menjadi seorang juara nasional tidak boleh membuat seseorang menjadi tinggi hati, melainkan harus membuatnya semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan tetap rendah hati kepada sesama manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *