SEMARANG – Memasuki hari pertama sekolah di semester genap, SMP Islam Hidayatullah menyelenggarakan kegiatan Penguatan Lingkungan Sekolah (PLS) dengan fokus pada kesehatan mental dan etika digital. Seminar bertajuk “Bijak Bergadget untuk Remaja” digelar pada Senin (5/1/2026) bertempat di Mushala SMP Islam Hidayatullah.
Acara yang berlangsung pukul 10.20 hingga 11.50 WIB ini menghadirkan pakar psikologi, Nurina, M.Psi., Psikolog, CHA, CGA, sebagai pembicara utama. Peserta seminar terdiri dari seluruh siswa kelas 7 dan 8 yang tampak antusias mengikuti jalannya diskusi.
Pentingnya Kendali Diri Pascaliburan
Seminar ini dilaksanakan sebagai langkah preventif bagi siswa yang cenderung memiliki intensitas penggunaan gadget lebih tinggi selama libur sekolah, baik untuk media sosial maupun permainan daring (online game).
Dalam paparannya, Nurina menekankan bahwa menjadi bijak bergadget bukan berarti menjauhi teknologi, melainkan menggunakan teknologi sesuai kebutuhan. “Menguasai gadget itu jauh lebih keren daripada dikuasai oleh gadget,” tegasnya di hadapan para siswa.
Manfaat Gadget Bagi Remaja
Dalam paparannya yang sangat komunikatif, Ibu Nurina juga menekankan manfaat utama gadget yang sebenarnya, yakni untuk mengakses informasi dan pembelajaran, sebagai sarana kreativitas dan ekspresi diri serta mendukung hobi dan bakat. Ia sangat berharap para siswa mampu memanfaatkan gadget sebagaimana fungsi awalnya.
Menerapkan Prinsip 4S Digital
Untuk memudahkan siswa dalam beretika di dunia maya, Nurina memperkenalkan prinsip 4S Digital, yaitu:
- Saring sebelum sharing: Melakukan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
- Sopan dalam berkomentar: Menjaga etika komunikasi dengan orang lain.
- Selamatkan privasi: Melindungi data pribadi agar tidak disalahgunakan.
- Seimbang waktu digital: Membagi waktu antara dunia digital dan aktivitas di dunia nyata.
Risiko dan Harapan
Tanpa sikap bijak, penggunaan gadget berisiko menimbulkan dampak negatif yang serius, mulai dari kecanduan, cyber bullying (perundungan daring), penyebaran hoaks, hingga gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan rasa rendah diri akibat sering membandingkan diri dengan orang lain.
Melalui seminar ini, pembicara berharap lulusan SMP Islam Hidayatullah memiliki kemampuan untuk memfilter konten dan membedakan mana yang baik dan buruk. Siswa juga diingatkan untuk tidak menjadi konsumen konten yang melanggar hukum, seperti pornografi atau kemaksiatan lainnya yang merugikan masa depan.
Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan para siswa dapat memulai semester genap dengan semangat baru dan kesadaran digital yang lebih bertanggung jawab.







