SEMARANG– Belajar adalah sebuah proses untuk mencapai perubahan ke arah yang lebih baik. Sejalan dengan amanat UU No. 20 Tahun 2003, pendidikan nasional bertujuan mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat. Hal ini dilakukan demi mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, dan berilmu.
Demi mewujudkan cita-cita mulia tersebut, SMP Islam Hidayatullah Semarang menyelenggarakan kegiatan pembelajaran di luar kelas (outdoor learning) bertajuk “English Trip”. Mengusung tema “Jogja English Quest: Dare to Speak, Ready to Explore”, kegiatan ini dirancang agar siswa dapat menerapkan bahasa Inggris dalam konteks praktik langsung yang menyenangkan dan berbeda dari suasana kelas formal.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026, dengan destinasi Keraton Yogyakarta dan Candi Prambanan. Sebanyak 143 siswa kelas VII dan 12 guru pendamping berangkat dari sekolah pada pukul 05.30 WIB dan tiba kembali pukul 18.30WIB.
Selama kegiatan, para siswa diajak berinteraksi langsung dengan sumber belajar dan berkomunikasi dengan penutur asing (native speakers). Program ini bertujuan agar siswa mencapai serta mengembangkan berbagai kecakapan (multi-skills) sekaligus memperluas wawasan melalui sumber belajar yang variatif. Melalui praktik langsung ini, siswa diharapkan lebih termotivasi untuk mengasah kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
Ketua panitia acara, Rita Yuli Lestari, S.Pd., menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya memberikan pengalaman baru bagi para siswa.
“Kegiatan ini bertujuan memberi pengalaman nyata bagi siswa. Tidak hanya mengunjungi tempat bersejarah, tetapi juga melatih keberanian berbicara bahasa Inggris secara langsung melalui interaksi dengan turis asing. Kami ingin menunjukkan bahwa belajar bahasa Inggris bisa dilakukan di mana saja, tidak terbatas di ruang kelas,” ujar Rita.
“Semoga ini menjadi bekal untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa Inggris dan memperluas wawasan global mereka,” imbuhnya.












