Wujudkan Lingkungan Belajar Tangguh, SMP Islam Hidayatullah Selenggarakan Sosialisasi dan Simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)

SPAB

SEMARANG, 9 Januari 2026 – Dalam upaya meminimalkan risiko bencana di lingkungan sekolah, SMP Islam Hidayatullah  menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada Kamis dan Jumat, 8–9 Januari 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah yakni di ruang kelas dan musala sekolah ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 8 dan 9, serta tenaga pendidik SMP Islam Hidayatullah.

Perencanaan penanggulangan bencana di sekolah menjadi prioritas utama mengingat sekolah merupakan area dengan populasi padat dan beragam yang memiliki potensi risiko tinggi. Melalui sistem penanganan yang terencana dan terkoordinasi, diharapkan seluruh warga sekolah memiliki kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.

Implementasi dan Agenda Kegiatan 

Implementasi program SPAB ini mencakup beberapa aspek strategis, antara lain:

  • Pelatihan peningkatan kapasitas warga sekolah.
  • Penyusunan kajian risiko dan peta evakuasi.
  • Penyusunan Rencana Aksi dan Standar Operasional Prosedur (SOP).
  • Pembentukan Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS).

Pada hari pertama (Kamis), agenda difokuskan pada pemaparan materi mengenai urgensi perencanaan  penanggulangan bencana, pembentukan tim evakuasi, serta pembekalan teknis simulasi gempa bumi. Sementara itu, pada hari kedua (Jumat), kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan teknis yang diikuti dengan simulasi lapangan, evaluasi, dan penutupan kegiatan.

Simulasi dan Kolaborasi Bersama BPBD 

Dalam pelaksanaan simulasi, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dan sikap tertib saat mengikuti arahan dari tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah. Simulasi ini melibatkan berbagai peran kunci, mulai dari Kepala Sekolah, Ketua TSBS, tim asesmen, tim evakuasi, tim kesehatan, hingga tim keamanan.

Program ini mengacu pada prinsip Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) yang bersifat:

  1. Partisipatif: Melibatkan seluruh elemen sekolah.
  2. Berbasis Risiko: Berdasarkan analisis mendalam terhadap ancaman bencana.
  3. Terpadu: Adanya koordinasi lintas sektor.
  4. Inklusif: Memperhatikan kebutuhan kelompok rentan.
  5. Berkelanjutan: Dilakukan pembaruan dan evaluasi secara rutin.

Melalui kegiatan ini, SMP Islam Hidayatullah  berkomitmen untuk menciptakan ruang belajar yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memberikan rasa aman dan perlindungan maksimal bagi seluruh warganya dari ancaman bencana.

Harapan

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Syafa’atun, S.Pd., mengungkapkan, “Kegiatan Pembekalan SPAB dan simulasi evakuasi bencana gempa di SMP Islam Hidayatullah berlangsung dengan tertib dan efektif serta memberikan pemahaman nyata kepada siswa, guru, dan tenaga kependidikan tentang langkah penyelamatan diri dan prosedur evakuasi yang benar. 

“Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya sadar bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah sehingga SMP Islam Hidayatullah menjadi satuan pendidikan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi bencana gempa,”ucap Ibu Syafa pasca kegiatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *