SEMARANG – Dalam upaya membentuk generasi muda Islam yang tangguh secara fisik, cerdas secara akal, dan matang secara spiritual, SMP Islam Hidayatullah menggelar kegiatan kepramukaan intensif bertajuk “Speish” Scout Camp (SSC). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam, mulai Jum’at hingga Sabtu (22–23 Mei 2026) ini, bertempat di kawasan asri Kampung Syurga, Kali Kembar, Pakopen, Bandungan, Kabupaten Semarang.
Mengusung tema “Strengthen Islamic Character, Love The Environment”, kegiatan ini diikuti oleh 143 siswa Pramuka Penggalang dari kelas VII dengan didampingi oleh 33 guru dan pembina.
Pendidikan yang variatif dan seimbang antara fisik, psikis, dan jiwa dinilai sangat krusial di era modern ini. Melalui SSC, SMP Islam Hidayatullah ingin menjembatani perkembangan tersebut agar para siswa dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta rasa cinta terhadap alam. Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, rilis ini diharapkan mampu mengantarkan generasi muda menuju gerbang kebahagiaan yang hakiki.
Seluruh rangkaian agenda “Speish” Scout Camp ini dikemas secara runtut dan disiplin .
Penanaman Adab, Disiplin Fisik, dan Penguatan Karakter Perjalanan dimulai pada Jum’at siang dari lingkungan sekolah setelah melakukan absensi dan makan siang bersama wali kelas serta pendamping. Khusus untuk siswa putra, mereka menunaikan ibadah Sholat Jum’at terlebih dahulu. Tepat pukul 12.30 WIB seluruh peserta melakukan persiapan akhir sebelum menempuh perjalanan menuju lokasi perkemahan di Bandungan.
Peserta tiba di Kampung Syurga pada pukul 14.30 WIB, kegiatan dibuka dengan materi awal yaitu Sosialisasi Adab yang disampaikan oleh Pak Syukron, S.H. Hal ini penting agar para siswa paham bagaimana menjaga tata krama di tempat baru. Acara selanjutnya adalah Upacara Pembukaan secara khidmat yang dibuka langsung oleh Ibu Reni Dria Susandari, S.Pd., selaku kepala sekolah SMP Islam Hidayatullah.
Agenda berikutnya yakni pembagian tenda sang pengkondisian. Setelah jeda Sholat Ashar berjamaah, peserta melakukan kegiatan fisik dan kedisiplinan melalui Materi PBB (Peraturan Baris Berbaris)
Menjelang senja, setelah membersihkan diri (MCK), dimensi spiritualitas siswa mulai diasah secara intensif. Secara terpandu para peserta melaksanakan Sholat Maghrib berjamaah, dzikir petang, hingga agenda khataman Al-Qur’an. Kebersamaan berlanjut pada Sholat Isya’ berjamaah dilanjutkan makan malam bersama.
Sebelum beristirahat, para penggalang masuk ke tenda masing-masing untuk mengikuti Sosialisasi adab berbicara dengan guru, orang tua, dan teman bersama wali kelas dan pendamping. Hari pertama pun ditutup dengan sesi Refleksi dan Motivasi yang menyentuh hati bersama, sebelum akhirnya seluruh siswa tidur pada pukul 21.45 WIB untuk memulihkan energi.
Kedekatan pada Sang Pencipta, Wide Game, dan Pelantikan Penggalang Ramu
Keesokan harinya, Sabtu dini hari pukul 03.30 WIB, suasana hening Bandungan diisi dengan lantunan doa. Secara terbimbing seluruh peserta melaksanakan Qiyamul lail (sholat malam), Sholat Shubuh berjamaah, dan dzikir pagi, kemudian dilanjut dengan senam pagi untuk menjaga kebugaran fisik.
Setelah mandi pagi dan menyantap makan pagi bersama , tibalah agenda luar ruangan yang paling dinantikan: Wide Game. Seluruh pembina turun tangan mengawal jalannya game ketangkasan ini. Uniknya, sebelum wide game dimulai, seluruh tas milik siswa sudah dirapikan dan ditaruh di lapangan agar proses setelahnya lebih efisien.
Pukul 09.00 WIB, seluruh rangkaian petualangan ini resmi berakhir yang ditandai dengan Upacara Penutupan sekaligus prosesi sakral Pelantikan Penggalang Ramu. Usai seluruh rangkaian acara dengan dikawal oleh wali kelas, seluruh rombongan melakukan perjalanan pulang kembali menuju sekolah membawa sejuta pengalaman dan jiwa yang baru.
Komitmen Mencetak Generasi Ulul Albab
Kegiatan ini disinergikan langsung dengan program sekolah untuk mewujudkan peningkatan kualitas karakter meliputi pembangunan fisik, mental, dan kemandirian anak didik secara seimbang. Melalui pemahaman yang benar, diharapkan anak-anak menanamkan ketauhidan, selalu merasa diawasi Allah (muraqabah) di mana pun berada, memiliki motivasi kuat mengejar kebahagiaan akhirat, sekaligus tetap peduli dengan lingkungan sekitar.
Selain itu, kegiatan alam terbuka ini juga dirancang untuk melatih sikap tanggung jawab siswa terhadap tugas dan kewajiban yang diberikan, sehingga potensi dan bakat diri mereka dapat berkembang optimal.
Secara khusus, tujuan dari “Speish” Scout Camp ini adalah:
- Menguatkan adab, terutama tata krama dan sopan santun ketika berkunjung ke suatu tempat baru.
- Menanamkan kecintaan dan kepedulian yang mendalam terhadap kelestarian lingkungan sekitar.
- Memberikan ruang kreativitas dan inovasi bagi anak-anak untuk mengeksplorasi bakat mereka dalam mengamalkan nilai-nilai Dasa Darma Pramuka.
Melalui kemah bimbingan fisik dan mental ini, SMP Islam Hidayatullah berkomitmen terus mencetak kader-kader muslim yang tidak hanya mandiri dan tangguh di lapangan, tetapi juga berakhlak mulia dan berwawasan lingkungan.

















